Langsung ke konten utama

Hidup Tenang Bebas dari Hutang


  • Pada masa sekarang uang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia, ibarat pedang bermata dua dengan uang seseorang dapat berjaya, dan dengan uang pula seseorang dapat terpuruk.
    Hampir tidak ada hal yang mustahil yang dapat dilakukan oleh uang demi mendatangkan kebahagiaan dalam kehidupan seseorang, namun perlu dipahami bahwa uang bukanlah satu-satunya sumber bagi terciptanya kebahagiaan dalam kehidupan ini.
    Bagi mereka yang bijaksana, ada banyak sumber-sumber yang dapat mendatangkan kebahagiaan dalam kehidupannya, dan salah satu dari sekian banyak sumber tersebut, yang masih berkaitan dengan uang adalah dengan tidak berhutang. Hutang adalah sumber ketidakbahagiaan dan akar dari malapetaka. Oleh karena itu, bila Anda menginginkan kebahagiaan selalu bisa hadir dalam setiap segi kehidupan Anda, mulailah tanamkan dalam diri Anda masing-masing dari sekarang bahwa Anda akan melakukan hal-hal berikut supaya tidak berhutang, diantaranya:
  • 1. Tidak bergaya hidup mewah

    Hiduplah dengan sederhana serta penuh rasa syukur sesuai dengan pendapatan Anda, hindarilah bergaya hidup mewah, sehingga Anda tidak tergoda untuk menghabiskan seluruh pendapatan Anda hanya untuk menuruti keinginan Anda.
  • 2. Berhenti membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan

    Beli dan penuhi kebutuhan akan peralatan rumah tangga serta keperluan pribadi yang benar-benar Anda butuhkan dan sering digunakan, hindari membeli barang-barang yang tidak penting yang sekiranya hanya akan memenuhi almari atau garasi Anda.
  • 3. Bijaksanalah dalam menggunakan kartu kredit

    Ingat, dana di dalam kartu kredit bukanlah milik Anda, oleh karena itu gunakan kartu kredit dengan bijaksana, bayarlah tagihan kartu kredit Anda selalu tepat waktu, dan jika memungkinkan lebih baik segera tutup kartu kredit Anda.
  • 4. Jangan membeli bila Anda bisa menyewanya

    Hindari membeli sesuatu yang mahal harganya yang sebenarnya hanya dapat Anda gunakan sekali seumur hidup. Dalam beberapa kasus seperti baju pengantin, sebisa mungkin jangan membelinya bila Anda dapat menyewanya, karena itu akan lebih menghemat keuangan Anda.
  • 5. Jangan mudah gengsi

    Jadilah diri Anda sendiri jangan mudah gengsi, jangan sampai hanya karena ingin dihormati oleh teman Anda berusaha menyenangkan mereka dengan selalu mentraktir atau menuruti keinginan mereka, sehingga Anda terpaska melakukan segala cara termasuk berhutang.
  • 6. Buatlah rencana anggaran

    Selalu buatlah rencana anggaran sehingga Anda dapat senantiasa mengawasi pengeluaran keuangan Anda dan menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak diperlukan.
  • 7. Memilih pasangan yang mampu mendukung Anda untuk hidup hemat yang berkecukupan

    Pasangan Anda adalah rekan yang akan membantu Anda dalam mengatur serta mendukung Anda dalam mengelola keuangan, oleh karena itu temukan pasangan yang dapat mendukung Anda untuk bisa hidup hemat bukan yang shopping-oriented.
  • 8. Belilah pakaian yang pantas dan nyaman digunakan bukan yang bermerek

    Tidak ada gunanya menuruti rasa gengsi demi mendapatkan pujian dari orang lain, jangan mengenakan pakaian-pakaian mahal yang bermerek bila ujung-ujungnya memaksa Anda untuk berhutang. Belilah pakaian yang pantas serta nyaman untuk dikenakan, tidak perlu harus bermerek dan mahal, karena orang lain menghargai Anda bukan melihat merek pakaian yang Anda kenakan tetapi bagaimana cara Anda menghargai dan memperlakukan serta merawat tubuh Anda.
  • 9. Jagalah kesehatan Anda

    Karena sakit itu mahal harganya, maka hindarilah gaya hidup tidak sehat yang dapat membahayakan diri Anda. Jauhkanlah diri Anda dari munuman beralkohol, rokok, narkoba, dan sebagainya, sehingga kesehatan Anda senantiasa selalu terjaga dan keuangan Anda aman dan bisa digunakan untuk kerpeluan lain yang lebih bermanfaat.
  • 10. Ikut serta dalam asuransi

    Asuransikan diri Anda, bisa asuransi hari tua, asuransi kendaraan, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan sebagainya.
  • 11. Membiasakan diri menabung

    Biasakan diri untuk menabung jauh-jauh hari karena tabungan Anda akan sangat berguna dalam membantu memenuhi kebutuhan Anda di kemudian hari sehingga Anda tidak perlu harus sampai berhutang.
  • 12. Belilah secara tunai daripada kredit

    Bila Anda memiliki dana yang cukup hindarilah membeli sesuatu dengan cara kredit, namun bila dana Anda tidak mencukupi, sebelum memutuskan untuk kredit pastikan bahwa Anda memiliki kemampuan untuk melunasi kredit Anda tepat pada waktunya.
  • 13. Jangan gali lubang tutup lubang

    Bila saat ini Anda telah terbebas dari hutang, maka sekarang fokuskan diri Anda untuk tidak lagi berhutang apapun yang terjadi. Mulailah mengatur kehidupan Anda dengan ketat, ubahlah segera gaya hidup Anda, bekerjalah dengan lebih giat dan jangan lagi mementingkan diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...