Langsung ke konten utama

Cara Mudah Menghindari Paparan Radiasi Telepon Genggam


  • Telah diketahui bahwa radiasi telepon genggam dapat mendatangkan banyak kerugian, tidak hanya bagi si pemakai, namun juga orang-orang dekat di sekelilingnya. Dikutip dari majalah Infotech, berikut ini ada beberapa langkah mudah untuk mengurangi paparan radiasi telepon genggam, diantaranya adalah:
  • 1. Gunakan headset

    Langkah yang mudah dan sudah umum digunakan oleh masyarakat adalah menggunakan headset ketika berbicara melalu telepon genggam. Headset akan menjauhkan kepala dan telingga kita dari terpapar radiasi telepon genggam secara langsung, otak juga akan terlindungi, dan terlebih headset juga dapat menghindarkan pengendara kendaraan, baik motor atau mobil dari musibah kecelakaan. Namun, headset ternyata juga memiliki dampak negatif, yaitu rusaknya gendang telinga bila digunakan secara terus menerus. Oleh karena itu, aturlah volume suara sesuai dengan kebutuhan, hindari berbicara melalui headset di tempat keramaian, sehingga Anda tidak perlu harus sampai memaksimalkan volume suara. Intinya, tetap gunakan telepon genggam serta headset sewajarnya atau dengan kata lain bijaksanalah dalam menggunakannya.
  • 2. Kurangi pemakaian bluetooth

    Bluetooth beroperasi pada frekuensi 2,4 Ghz dengan menggunakan frekuensihopping tranceiver, yang mampu memberikan layanan komunikasi data serta suara secara real time, antara satu perangkat dengan perangkat yang lain dalam jarak terbatas. Oleh karena itu, pemakaian bluetooth sebaiknya dikurangi, atau bila memungkinkan lakukan transfer data yang menggunakan bluetooth tidak dalam jarak yang terlalu berdekatan, atau gunakan media USB di laptop atau PC Anda untuk mengirim dan menerima data. Namun, bila proses transfer data yang menggunakan bluetooth membutuhkan waktu yang lama karena file terlalu besar ukurannya, maka Anda dapat meninggalkan sejenak untuk melakukan aktivitas yang lain.
  • 3. Kurangi penggunaan headset wireless

    Kurangi atau bila memungkinkan jangan menggunakan headset wireless, mengapa? karena frekuensi yang digunakan juga merupakan frekuensi yang digunakan oleh bluetooth. Headset wireless lebih berbahaya daripada headset konvensional yang menggunakan kabel sebagai perantara data. Oleh karena itu, hindari menggunakannya dalam jangka waktu lama, atau bila memungkinkan gunakan headset kabel saja.
  • 4. Gunakan speaker phone

    Memang akan sangat tidak nyaman sekali bila berbicara melalui telepon genggam dan Anda harus mengaktifkan speaker phone, tentunya Anda tidak ingin orang lain di sekitar Anda mendengar pembicaraan Anda. Namun, dalam kasus tertentu, bila Anda berada seorang diri di suatu tempat, maka Anda dapat mengaktifkan speaker telepon, Anda tidak perlu lagi khawatir pembicaraan Anda didengar oleh orang lain.
  • 5. Menggunakan casing penahan radiasi

    Cara ini opsional dalam artian bisa dipakai atau tidak, karena belum dapat dipastikan casing tersebut betul-betul dapat menangkal radiasi telepon genggam atau tidak, atau bila Anda merasa yakin pastikan Anda membelinya dari toko-toko yang bertanggung jawab, dan jangan mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan.
  • 6. Jangan tidur dengan telepon genggam Anda

    Jangan tidur dengan telepon genggam Anda, supaya kesehatan Anda selalu terjaga dan tidur Anda nyenyak dan berkualitas.
  • 7. Jangan menelepon di sudut ruangan

    Alasannya, sudut ruangan dapat memantulkan kembali radiasi yang dipancarkan oleh telepon genggam Anda, lakukan panggilan telepon di ruangan yang lapang atau di ruangan yang terbuka.
  • 8. Jangan menggantung telepon genggam di leher atau menyimpannya di dalam saku

    Lebih baik simpan telepon genggam Anda di dalam tas, sedapat mungkin hindari menggantungnya di leher atau menyimpannya di dalam saku baju atau celana. Radiasi yang dipancarkan dapat membahayakan kulit Anda dan organ-organ di dalam tubuh Anda.
  • 9. Tidak menelepon di dalam mobil

    Ketika menerima panggilan di dalam mobil yang sedang bergerak, maka telepon genggam harus bekerja lebih kuat untuk bisa menangkap sinyal dari operator seluler, dan radiasi yang dipancarkan di dalam mobil dapat terpantul kembali dan hal itu dapat merugikan orang-orang yang berada di dalamnya.
  • 10. SMS saja

    Bila tidak terlalu penting dan mendesak lebih baik gunakan layanan SMS.
  • 11. Gunakan kedua telinga

    Jangan dibiasakan menggunakan salah satu telinga ketika menerima panggilan, gunakan kedua telinga secara bergantian dalam rentan waktu tertentu sehingga telinga dapat bergantian beristirahat sehingga Anda tidak akan merasa lelah ataupun pusing.
  • 12. Pilih Flight Mode

    Bila Anda sudah terbiasa tidur dengan telepon genggam dan tidak ingin jauh-jauh dari dirinya, maka Anda dapat mengaktifkan flight mode, sehingga untuk sejenak telepon genggam akan dinonaktifkan selama Anda istirahat tidur, sehingga Anda pun dapat tidur dengan nyenyak dan telepon genggam kesayangan Anda tetap berada di dekat Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...