Langsung ke konten utama

Anak Anda cerdas tapi mungkin Anda tidak menyadarinya. Ini 8 tandanya

  • Banyak orangtua salah kaprah mengartikan kecerdasan anak hanya melalui kemampuannya secara akademik. Padahal, ada banyak macam kecerdasan yang membuat setiap anak unik dan hal ini kerap tidak disadari oleh orangtua.
    Maka dari itu, mengenali kemampuan yang dimiliki oleh anak merupakan cara terbaik untuk mengetahui kecerdasan apa yang mereka miliki dan berikut ini ciri-ciri anak cerdas yang hendaknya orangtua pahami.
  • 1. Anak sangat aktif secara fisik

    Anak aktif secara fisik sangat berbeda dengan anak hiperaktif. Jika dilihat dari kesehariannya anak-anak yang aktif secara fisik memiliki kemampuan fokus lebih baik ketimbang anak hiperaktif. Tidak hanya itu, umumnya anak-anak juga memiliki tingkat kesabaran, ketekunan serta memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu.
  • 2. Mampu berkonsentrasi

    Anak dengan kecerdasan di atas rata-rata umumnya tidak memiliki masalah saat berkonsentrasi. Sebaliknya, anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata justru kerap menghadapi kesulitan bahkan ketika mereka harus menyelesaikan soal-soal sederhana sekalipun.
  • 3. Memiliki daya ingat cukup kuat

    Kemampuan untuk mengingat merupakan ciri anak cerdas, sebab hal ini berkaitan dengan kemampuan otak untuk menyimpan informasi penting dalam jangka panjang. Dengan memiliki daya ingat yang baik, maka anak-anak memiliki kesempatan untuk meraih prestasi baik di tingkat sekolah maupun luar sekolah.
  • 4. Memiliki kemampuan merangkai kata

    Anda kerap jengkel memiliki anak cerewet, sebelum memvonis si kecil demikian bukankah Anda seharusnya lebih berbangga hati? Sebab anak cerewet dan gemar ngomong menunjukkan dia memiliki kemampuan mengingat kosakata dan merangkainya menjadi kalimat yang baik. Ada banyak hal di sekitar dia membuatnya sangat penasaran dan dengan kemampuan berkomunikasi, maka ia tidak memiliki kesulitan untuk mengutarakan isi hatinya.
  • 5. Suka berimajinasi

    Bagi sebagian orang dewasa imajinasi anak-anak kerap dianggap lucu dan terlalu mengada-ada. Akan tetapi, di sinilah kecerdasan seorang anak sebenarnya sedang dikembangkan. Biarkan anak-anak terus berimajinasi, Anda tidak pernah tahu bahwa dari imajinasi yang mereka miliki siapa tahu suatu hari nanti sesuatu yang menakjubkan bisa terjadi.
  • 6. Mampu membaca dan berhitung lebih awal

    Tidak setiap anak memiliki kemampuan membaca dan berhitung lebih awal. Jadi, jangan pernah sia-siakan jika buah hati Anda ternyata mampu melakukannya lebih awal ketimbang teman-teman sebayanya. Untuk semakin meningkatkan minat membaca dan juga berhitung, sediakan buku-buku bacaan dan juga alat peraga berhitung sesuai dengan usia anak-anak.
  • 7. Memiliki minat dalam kesenian

    Anak-anak cerdas umumnya memiliki minat yang cukup besar dalam bidang kesenian. Hal ini bisa diketahui ketika anak-anak masih balita, apakah ia sudah tertarik dengan musik, tarian atau bahkan lukisan. Kemampuan semacam ini jarang dimiliki oleh anak-anak, sebab hal ini membutuhkan koordinasi antara otak kanan dan kiri secara seimbang.
  • 8. Cepat mempelajari hal-hal baru

    Jangan kaget ketika tiba-tiba anak Anda mampu menguasai sebuah alat musik tanpa butuh waktu lama mempelajarinya, atau tiba-tiba ia mampu memperbaiki mainannya yang rusak tanpa ada seorang pun yang membantu. Kecerdasan semacam ini merupakan sesuatu yang alami dan supaya makin berkembang bantuan dari Anda sangat dibutuhkan olehnya.
    Sekali lagi perlu diketahui bahwa tidak ada anak yang bodoh, setiap anak yang lahir telah mewarisi bakat serta kemampuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini orangtua perlu membantu mengembangkan kemampuan anak dan menolong mereka memahami segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
  • Sumber: https://keluarga.com/authors/agung-candra-setiawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...