Langsung ke konten utama

10 tanda hubungan Anda dan pasangan berjalan baik-baik saja

  • Masa-masa krisis dalam pernikahan bisa menyerang kapan saja tanpa diharapkan. Tidak peduli betapa mesra hubungan Anda, rasa ragu dan cemburu bisa merasuki pikiran dan menutupi mata hati Anda terhadap pasangan.
    Jika sudah demikian, bagaimana cara mengetahui apakah hubungan Anda dan pasangan dalam situasi dan kondisi baik-baik saja atau tidak? Berikut 10 cara sederhana untuk mengetahuinya.
  • 1. Saling mendukung

    Di segala situasi Anda dan pasangan mampu saling memberikan dukungan. Dalam upaya mengambil keputusan Anda dan pasangan tidak gegabah, tetapi berusaha menyelesaikan setiap persoalan bersama-sama.
  • 2. Berdebat secara adil

    Anda dan pasangan sadar bahwa perdebatan pasti selalu ada. Namun, Anda dan pasangan menyadari pentingnya perdebatan dan melakukannya secara adil. Maksudnya, masing-masing dari Anda bersedia mengalah jika terbukti pendapat pasanganlah yang ternyata lebih benar.
  • 3. Bekerja keras bersama

    Anda dan pasangan paham tugas serta kewajiban masing-masing, Anda berdua bekerja keras dan saling membantu demi terwujudnya rumah tangga bahagia.
  • 4. Tumbuh bersama

    Secara emosi, mental dan spiritual Anda dan pasangan tumbuh bersama. Anda dan pasangan juga menyadari kelemahan masing-masing dan tidak menjadikannya sebagai isu yang harus terus menerus diperdebatkan.
  • 5. Bersedia mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk

    Terlepas dari kebiasan buruk apa yang masing-masing Anda miliki, tetapi yang lebih penting Anda dan pasangan memiliki niat serius untuk mengubahnya.
  • 6. Masing-masing dari Anda tidak mementingkan diri sendiri

    Anda tidak mementingkan diri sendiri, begitu pula dengan pasangan Anda. Anda dan pasangan juga menyadari bahwa masing-masing dari Anda sangat membutuhkan satu sama lain.
  • 7. Terbiasa mengucapkan "Aku cinta kamu"

    Ini bukan lebay, tapi ini kenyataan bahwa terbiasa mengucapkan kalimat "Aku Cinta Kamu" dengan tulus tanpa dibuat-buat bisa menjadi pertanda bahwa hubungan Anda dan pasangan baik-baik saja.
  • 8. Hubungan spiritual

    Ada kuasa besar tidak terlihat tapi bisa Anda berdua rasakan, di mana kuasa tersebut mendorong Anda dan pasangan untuk lebih dekat satu sama lain secara spiritual.
  • 9. Tidak ada orang lain di hati selain pasangan Anda

    Anda tidak pernah memberi kesempatan bagi orang lain memasuki kehidupan Anda. Bahkan daya tarik fisik tidak cukup kuat untuk menggoda hati Anda agar mengkhianati kesetiaan kepada pasangan.
  • 10. Bersikap jujur satu sama lain dan saling menghargai

    Anda dan pasangan menempatkan kejujuran di atas segalanya, Anda tidak membiarkan ketidakjujuran dalam hal apa pun merusak kepercayaan pasangan terhadap Anda. Dalam hal kegemaran masing-masing dari Anda tidak menjadikannya sebagai sesatu yang harus dipersoalkan, sebaliknya Anda berdua bisa saling menghargai dan menjadikannya sebagai daya tarik dalam hubungan Anda.
    Mengetahui apakah hubungan Anda dan pasangan dalam kondisi baik-baik saja sebetulnya tidak terlalu sulit. Anda dan pasangan cukup harus bisa saling percaya dan biarkan hati nurani yang berkata. Jangan pernah abaikan tanda-tanda yang ada, bukalah selalu mata hati agar bisa menerima bisikan dari setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Anda. Jika Anda dan pasangan betul-betul tulus saling mencintai dan tidak ada maksud lain yang disembunyikan, percayalah hubungan Anda berdua pasti akan baik-baik saja.
  • Sumber: https://keluarga.com/authors/agung-candra-setiawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...