Langsung ke konten utama

Rahasia Pernikahan Awet dan Bahagia

"Setiap orang hendaknya mampu menjaga diri, perkataan, dan tingkah lakunya supaya tidak menyinggung atau melukai perasaan pasangannya."

  • Banyaknya kasus perceraian membuktikan bahwa kehidupan pernikahan itu tidaklah mudah, setiap pasangan pasti akan diuji kesabaran serta kesetiaannya dengan berbagai macam persoalan hidup mulai dari yang ringan hingga yang paling berat. Ini menyebabkan tidak semua pasangan mampu bertahan melewati ujian-ujian tersebut.
    Setiap orang pasti mengharapkan kehidupan rumah tangga bersama pasangannya dapat berjalan dengan lancar. Itu adalah harapan yang baik. Itu tidak mustahil tercapai, asalkan setiap pasangan mau belajar dan mampu mengendalikan diri dan mengasihi pasangannya dengan sepenuh hati. Di dalam tulisannya 13 Simple Tricks To A Long and Happy Marriage, Taryn Hillin seorang penulis dan editor dari The Huffington Post, menasehati supaya setiap pasangan hendaknya bisa:
  • 1. Bersikap baik terhadap pasangan

    Sebuah pernikahan umumnya terbentuk karena adanya unsur cinta kasih di dalamnya. Oleh karena itu, bila Anda menginginkan pernikahan Anda dapat awet dan senantiasa bahagia, sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk mampu memperlakukan pasangannya dengan baik dan hormat. Setiap orang hendaknya mampu menjaga diri, perkataan, dan tingkah lakunya supaya tidak menyinggung atau melukai perasaan pasangannya.
  • 2. Menikmati penemanan satu sama lain

    Pasangan Anda adalah orang lain yang telah mengikat janji dengan Anda untuk sehidup semati menjadi pasangan Anda, rekan Anda, teman Anda, sahabat Anda bahkan saudara Anda. Oleh karena itu, usahakanlah untuk menikmati kesempatan berharga ini, nikmatilah penemanan darinya, selesaikanlah setiap permasalah berdua, hindarilah pertengkaran dan keegoisan pribadi yang dapat membuat penemanan darinya nampak sia-sia.
  • 3. Biasakan mengucapkan "Aku cinta kamu" sesering yang Anda bisa

    Ibarat sebuah baterai telepon genggam yang mudah kehabisan tenaga, begitu pula dengan pernikahan Anda bisa terasa sangat membosankan setelah berjalan beberapa tahun. Oleh karena itu, bila baterai telepon genggam saja bisa diisi ulang, maka pernikahan Anda pun juga bisa. Bagaimana caranya? Dengan mengatakan dengan tulus bahwa Anda sangat mencintainya sesering yang Anda bisa.
  • 4. Jujur terhadap satu sama lain

    Percekcokan dalam pernikahan sering diakibatkan karena ketidakjujuran oleh salah satu pasangan atau keduanya. Ketidakjujuran adalah awal dari malapetaka yang dapat menghancurkan pernikahan Anda. Oleh karena itu, berusahalah untuk selalu berkata jujur kepada pasangan Anda, jangan pernah sekalipun terbersit di dalam benak Anda memiliki keinginan untuk membohonginya.
  • 5. Batasi pengaruh atau intervensi dari pihak luar

    Ketika Anda berdua sedang dihadapkan pada sebuah masalah, maka berusahalah untuk bisa menyelesaikannya berdua dengan pasangan. Ketika Anda terpaksa memerlukan bantuan dari orang lain seperti orang tua, saudara atau teman, maka buatlah batasan-batasan, jangan izinkan pihak luar mempengaruhi atau mengintervensi secara penuh keputusan-keputusan Anda. Jadikanlah keputusan berdua dengan pasangan Anda menjadi keputusan bersama yang mutlak harus didahulukan.
  • 6. Jarak jangan dijadikan penghalang untuk tumbuhnya rasa cinta kepada pasangan Anda

    Alih-alih selalu cemburu kepada pasangan Anda ketika dia berada jauh dari Anda karena keperluan pekerjaan atau karena dia harus menempuh pendidikan, seharusnya Anda mampu berpikir positif dan mempercayainya bahwa semua pengorbanan ini demi masa depan keluarga Anda supaya jadi lebih baik. Jangan jadikan jarak menjadi penghalang untuk menumbuhkan rasa cinta Anda kepada pasangan. Alat komunikasi saat ini semakin canggih, tetaplah berkomunikasi dan selalu berpikir positif ketika Anda berdua sedang berjauhan dari satu sama lain.
  • 7. Jadilah realistis

    Pasangan Anda bukanlah superhero atau dewa yang selalu bisa membuat Anda bahagia dan mampu memenuhi segala kebutuhan Anda. Pasangan Anda hanyalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan yang terkadang dapat membuat Anda sedih, jengkel, marah atau menyinggung perasaan Anda. Oleh karena itu, bila Anda ingin pernikahan Anda dapat langgeng dan bahagia, maka jadilah penuh toleransi, pengertian dan realistis.
  • 8. Menghargai satu sama lain

    Jangan pernah meremehkan peran pasangan Anda karena Anda berdua adalah satu tim dengan tujuan yang sama. Oleh karena itu, hargai pasangan Anda, hargai apapun yang telah dia lakukan demi Anda dan keluarga Anda.
  • 9. Bangun pondasi yang kuat melalui persahabatan

    Bangunlah pernikahan Anda bersama pasangan di atas pondasi persahabatan yang kuat. Sebisa mungkin hindari membangun pernikahan karena didasari oleh hawa nafsu atau karena saat yang tidak tepat dan dengan orang yang tidak tepat. Ketahuilah bahwa pernikahan yang dapat bertahan menghadapi badai hidup umumnya karena dibangun di atas pondasi yang kuat dan salah satu pondasinya adalah persahabatan itu sendiri.
  • 10. Jadi diri sendiri

    Jadilah diri sendiri, jangan jadi munafik dengan meniru orang lain supaya mendapat pujian dari pasangan Anda. Ketika memutuskan menikah dengan pasangan Anda, satu hal yang harus bisa Anda lakukan adalah menjadi diri sendiri. Jangan terlalu jaga penampilan, bersikaplah apa adanya dan tidak dibuat-buat untuk menunjukkan dengan sesungguhnya inilah Anda.
  • 11. Pernikahan membutuhkan komunikasi dua arah

    Jangan egois, dengarkanlah masukan atau saran dari pasangan Anda. Libatkan dia dalam membuat setiap keputusan.
  • 12. Memberinya hadiah

    Tunjukkanlah rasa kasih Anda kepada pasangan dengan memberinya hadiah. Hadiah tidak harus mewah, asalkan itu diberikan oleh Anda dengan ketulusan hati serta cinta, maka nilainya akan jauh lebih berharga dari apapun yang pernah dia miliki.
  • 13. Menyadari bahwa tidak ada pernikahan yang sempurna

    Suatu saat kerikil-kerikil tajam pasti akan menghambat pernikahan Anda. Kedua pasangan harus mampu menyadari bahwa tidak ada pernikahan yang sempurna. Bila setiap pasangan mampu menyadari akan hal ini dan dengan rendah hati menerima kenyataan yang ada, maka pernikahan pasti dapat awet dan bahagia.
    Diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli "13 Simple Tricks To A Long And Happy Marriage" karya Taryn Hillin. http://www.huffingtonpost.com/2014/10/06/happy-marriage-advice_n_5941372.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...