Langsung ke konten utama

9 Cara Menunjukkan Kasih Kita kepada Orang Tua

"Orang tua tidak akan selamanya bersama dengan kita. Besok mungkin sudah terlambat, dan sebelum hal tersebut terjadi dan sebelum kita menyesalinya seumur hidup, tunjukkanlah kasih kita kepada mereka sekarang juga."

  • "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."
    Setiap orang tidak akan pernah bisa memiliki kesempatan untuk datang ke dunia bila tanpa pengorbanan dari orang tua yang penuh kasih yang telah bersedia mengandung kita selama 9 bulan. Kini kita sudah berada di dunia dan telah belajar banyak hal darinya, kita terus tumbuh dan beranjak dewasa. Namun bagaimana dengan orang tua kita - perhatikan mereka, apakah mereka tetap muda? Tidak, seiring waktu mereka akan semakin bertambah tua, hingga suatu hari nanti mereka pasti akan meninggalkan kita.
    Karena orang tua tidak akan selalu bersama dengan kita selamanya, bila sekarang kita bisa mengasihi mereka mengapa harus menunggu besok untuk melakukannya? Orang tua tidak mengharapkan apa-apa dari kita, bisa melihat anak-anaknya tumbuh dan kembali mengasihi mereka dengan sepenuh hati adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Namun, bagaimana bisa kita menunjukkan kasih kita kepada orang tua bila kita tinggal jauh dari mereka? Apa yang harus kita lakukan untuk mengungkapkan perasaan kita kepada mereka bahwa kita benar-benar mengasihinya? Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita upayakan untuk menunjukkan kasih kita kepada mereka:
  • 1. Menelepon mereka

    Bila kita tinggal jauh dan jarang mengunjungi mereka, orang tua sangat memahami hal ini, namun tetap saja mereka sangat merindukan kita dan selalu berharap untuk dikunjungi. Meskipun tidak bisa setiap saat mengunjungi mereka, untuk mengobati kerinduan mereka kita dapat menelepon mereka. Saat ini teknologi informasi sangat berkembang dengan pesat dan mudah untuk digunakan serta murah. Beberapa alat komunikasi yang bisa kita gunakan dan sangat terkenal adalah telepon genggam dan Internet. Dengan kedua alat ini, kita bisa menelepon orang tua kita, tidak hanya bisa mendengarkan suara mereka kita juga bisa langsung bertatap muka dengan memanfaatkan fasilitas video chat di dalamnya.
  • 2. Mengunjungi mereka

    Bila ada waktu luang, memang sangat baik kalau langsung mengunjungi mereka. Jangan lupa untuk membawakan oleh-oleh kesukaan mereka, pasti orang tua kita akan sangat gembira sekali.
  • 3. Ajak anak-anak kita untuk mengunjungi kakek dan neneknya

    Tidak hanya rindu kepada kita, mereka pasti juga sangat merindukan cucu-cucunya. Ajak anak-anak kita untuk menemui mereka. Anak-anak kita juga perlu merasakan kedekatan dengan kakek dan nenek. Dan mereka mungkin juga merindukan masakan neneknya.
  • 4. Tertawa bersama mereka

    Tertawalah bersama mereka. Ceritakan kembali kenangan-kenangan indah masa kecil kita yang bisa membuat orang tua kita tertawa, karena tertawa itu sangat baik untuk kesehatan mereka.
  • 5. Peluk mereka

    Terkadang orang tua merasa ingin sekali menggendong kembali anak-anaknya, tetapi mereka sadar bahwa hal itu adalah tidak mungkin. Peluklah mereka dengan penuh kasih, tidak ada salahnya bila memungkinkan tidurlah sesekali bersama mereka, pasti itu akan sangat menggembirakan hatinya.
  • 6. Biarkan mereka berbicara dan menceritakan hal yang sama berulang-ulang kepada kita

    Orang tua sangat suka menceritakan pengalamannya berulang-ulang. Hal ini membutuhkan kesabaran kita. Meskipun kita bosan, jangan tunjukkan rasa bosan kita kepada orang tua kita secara langsung karena itu akan sangat menyakiti perasaannya.
  • 7. Traktir mereka

    Ajak mereka sesekali makan bersama, atau mengunjungi tempat-tempat yang mereka sukai, tentunya kitalah yang akan menanggung semua biayanya.
  • 8. Perlakukan mereka dengan hormat

    Jangan pernah sekalipun membentaknya, berkata kasar, atau mengancamnya. Mereka adalah orang tua kita, tanpa mereka kita bukanlah apa-apa dan tidak akan pernah ada.
  • 9. Sabar dan penuh kasih

    Ketika orang tua sudah semakin tua, mereka umumnya akan mengalami sebuah perubahan menjadi seperti anak kecil, pikun, sakit-sakitan, dan sebagainya. Kita sebagai anak-anaknya dituntut untuk ekstra sabar, sama seperti orang tua kita dulu telah bersabar merawat kita ketika kita masih bayi, sekarang adalah giliran kita untuk menunjukkan bakti kita kepada mereka.
    Orang tua tidak akan selamanya bersama dengan kita, besok mungkin sudah terlambat, dan sebelum hal tersebut terjadi dan sebelum kita menyesalinya seumur hidup, tunjukkanlah kasih kita kepada mereka sekarang juga.
    Penulis: Agung Candra Setiawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...