Langsung ke konten utama

Mendidik Putra-Putri Anda untuk Hidup Sederhana dan Hemat

  • Ada pepatah yang beredar di masyarakat kita yang mengatakan bahwa hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin. Di dalam prakteknya hal tersebut benar adanya, kehidupan kita sehari-hari yang serba tidak menentu memaksa setiap orang mencari cara agar kehidupan pribadi serta keluarganya terhindar dari kesulitan-kesulitan keuangan salah satunya adalah dengan berhemat, agar tetap memiliki sumber penghidupan yang layak manusia-manusia modern saat ini perlu bekerja keras.
    Kebutuhan yang komplek meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan dan kesehatan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Nyatanya ada banyak keluarga yang tidak beruntung, dengan penghasilan bulanan yang pas-pasan memaksa mereka untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu seminim mungkin.
    Bagi sebagian besar orang kita harus hidup secara hemat agar sejahtera. Persaingan dalam bidang pendidikan dan pekerjaan membuat peluang-peluang yang ada semakin sempit, jika kita tidak berhati-hati merencanakan masa depan kita, maka kita bisa terjerumus ke dalam lembah kesengsaraan hidup.
    Ada banyak orang yang secara sadar atau tidak sangat sulit untuk menerapkan pola hidup hemat dalam kesehariannya. Perilaku konsumtif pada masayarakat seringkali tidak dibarengi dengan keadaan perekonomian yang mendukung, akibat yang ditimbulkannya adalah lebih besar pasak daripada tiang.
    Jika hal ini dibiarkan terjadi berlarut-larut dan tidak terkontrol bukan hanya pribadi orang tersebut yang akan terkena imbasnya, jika dia telah berkeluarga maka seluruh anggota keluarganya juga akan menderita. Bijaksana dalam mengotrol pengeluaran bukan bermaksud mengajarkan kepada kita untuk menjadi pelit.
    Mengajarkan seseorang untuk bergaya hidup hemat dan bijaksana dalam membuat pengeluaran keuangan agar mendapatkan hasil yang maksimal tidak bisa diajarkan dalam waktu singkat. Berikut ada beberapa cara yang saya tawarkan kepada Anda yang mudah-mudahan dapat diterapkan:
  • Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan

    Beri pengertian kepada anak-anak Anda bahwa kita tidak bisa menebak atau memprediksikan apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan jika mungkin saat ini Anda adalah termasuk keluarga dari kalangan yang mampu. Didik buah hati Anda agar tidak manja, jangan menuruti segala permintaannya adalah salah satu caranya.
  • Sikap empati

    Berikan penjelasan bahwa ada banyak orang lain yang tidak seberuntung mereka di luar sana, mengajarkan mereka agar empati akan mendidik mereka untuk hidup sederhana.
  • Selalu bersyukur

    Alih-alih selalu menuntut segala hal yang diinginkan, didik mereka agar selalu bersyukur akan segala hal yang Tuhan telah berikan kepada mereka, seperti kesehatan, makanan yang cukup, kepandaian, dll.
  • Mengajari mereka menabung

    Menabung itu menyenangkan, beri pengertian kepada mereka bahwa menabung itu sangat menyenangkan. Ada banyak cara salah satunya dengan membelikan mereka celengan, ajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang jajannya atau uang pemberian dari kakek atau sanak keluarga lainnya untuk ditabung.
  • Bekerja untuk mendapatkan hasil

    Beri pengertian kepada anak-anak Anda bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang datang secara cuma-cuma. Semua orang harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu bagi kelangsungan hidup atau keberhasilan mereka.
  • Jangan berhutang

    Agaknya aneh mendengar jangan berhutang, kecuali untuk sekolah, biarkanlah anak-anak Anda mengetahui bahwa Anda tidak pernah berhutang untuk hal-hal yang tidak perlu, dengan begini akan tertanam pada benak mereka untuk selalu menjauhi hutang ketika mereka dewasa nanti.
  • Menggunakan transportasi umum, jalan kaki atau bersepeda

    Kebanyakan orang pada masa kini terlalu malas untuk melakukan hal-hal tersebut ketika akan menuju ke suatu tempat. Biasakan anak-anak Anda jika tidak terlalu mendesak untuk lebih menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan pribadi. Jika jarak tidak terlalu jauh mintalah kepada mereka untuk jalan kaki atau bersepeda itu akan lebih menyehatkan.
    Hidup secara sederhana dan hemat serta tidak berlebihan itu sangat menyenangkan. Anda dan keluarga juga bisa terhindar dari masalah-masalah ekonomi yang mungkin akan menghampiri di masa depan. Anak-anak yang telah diajarkan untuk hidup dengan sederhana dan hemat sejak dini tidak akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi menyesuaikannya. Jika Anda berasal dari keluarga yang cukup mampu tidak ada salahnya Anda mengajarkan hal-hal ini kepada anak-anak Anda. Membantu sesama dan bermanfaat bagi masyarakat bukan hanya kebahagiaan yang akan Anda dapatkan melainkan juga berkat-berkat yang jauh lebih besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa sedang menanti Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...