Langsung ke konten utama

Tinggal jauh dari orangtua? Ini 7 nasihat mereka yang tidak boleh Anda abaikan

  • Sebagai seorang anak seringkali kita salah paham saat orangtua menasihati. Tak jarang kita marah kepada mereka, bahkan menganggap mereka terlalu kekanak-kanakan. Pengalaman ini secara pribadi pernah saya alami ketika masih remaja dulu, beberapa kali saya terlibat konflik dengan orangtua hanya karena tidak memahami nasihat yang berusaha mereka sampaikan.
    Setelah beranjak dewasa perlahan saya menjadi mengerti mengapa orangtua saya begitu "cerewet" waktu itu. Betapa menyesal karena saya tak segera menyadari maksud dan tujuan baik mereka. Sebagai seorang anak terkadang kita tidak pernah tahu cinta orangtua, sampai kita sendiri menjadi orangtua.
    Mungkin ada di antara Anda saat ini sedang menghadapi persoalan serupa. Saya tidak ingin menyalahkan Anda maupun orangtua Anda. Hanya saja, ketika berada jauh dari orangtua tidak ada salahnya mendengarkan nasihat mereka, karena apa pun yang mereka lakukan semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan Anda.
  • 1. Jangan pulang larut malam

    Menyenangkan memang bisa berkumpul bersama sahabat sambil melakukan kegiatan bersama hingga larut malam. Namun, bagi kebanyakan orangtua hal ini bisa sangat mencemaskan. Pahami dan renungkan mengapa orangtua melarang Anda pulang larut malam, sebab selain tidak baik bagi kesehatan, pada malam hari ada banyak bahaya bisa mengancam keselamatan Anda secara tiba-tiba.
  • 2. Hati-hati memilih kawan

    Pada masa sekarang Anda harus selektif dalam memilih sahabat. Sahabat yang baik tidak hanya mampu memberikan pengaruh positif, tapi juga kebahagiaan jangka panjang dan mampu meningkatkan prestasi Anda. Oleh karena itu, jangan menggerutu ketika orangtua melarang Anda bergaul dengan si A atau si B, pahami bahwa kadang insting orangtua mampu mendeteksi dengan baik apakah karakter sahabat Anda bisa menguntungkan atau justru merugikan masa depan Anda.
  • 3. Jangan telat makan dan jaga kesehatan

    Ketika berada jauh dari orangtua mereka akan sering mengingatkan Anda hal ini. Tidak perlu bosan, berpikirlah positif bahwa orangtua masih peduli dan mengasihi Anda dengan sepenuh hati. Di samping itu, sadari ada banyak penyakit mudah menyerang ketika Anda telat makan, salah satunya adalah maag. Jadi, patuhi nasihat orangtua ini, berterimakasihlah kepada mereka agar hati mereka bahagia dan juga tenang mendengar Anda selalu sehat.
  • 4. Jangan boros

    Apa pun latar belakang keluarga Anda nasihat orangtua supaya selalu berhati-hati dan bijaksana mengelola keuangan adalah nasihat yang sangat baik. Orangtua Anda berharap meskipun jauh dari mereka, Anda tidak sampai mengalami kesulitan keuangan yang dapat mengganggu kehidupan Anda di sana.
  • 5. Jangan lupa beribadah

    Tujuannya agar Anda tidak mudah tergoda oleh hal-hal buruk dunia, sebab kekuatan iman mampu membentengi dan membuat kehidupan Anda selalu damai di mana pun Anda berada.
  • 6. Belajar atau bekerjalah yang giat

    Jika Anda seorang pelajar pahami bahwa dengan belajar secara giat Anda akan mampu meraih prestasi yang Anda cita-citakan. Jika Anda seorang karyawan semoga jerih payah Anda dalam bekerja mampu memakmurkan Anda dan juga masa depan Anda. Di sinilah Anda perlu menyadari cara berpikir sederhana orangtua, melihat Anda sukses itu sudah cukup membuat mereka bahagia.
  • 7. Sering-seringlah memberi kabar

    Tidak bisa bertemu dalam kurun waktu lama tentu membuat orangtua Anda merasa kangen. Untuk mengatasi hal tersebut jangan menolak permintaan mereka untuk sering-sering memberi kabar. Saling memberi kabar juga bisa menjadi cara untuk mengetahui bahwa kondisi Anda dan juga orangtua senantiasa dalam keadaan baik-baik saja.
    Sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita mematuhi nasihat-nasihat dari orangtua. Jangan pernah sia-siakan kesempatan berharga ini, sebab suatu hari nanti kita pasti akan sangat merindukan nasihat-nasihat mereka, ketika mereka sudah meninggalkan dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...