Langsung ke konten utama

8 hal yang setiap ibu harapkan untuk dilakukan oleh anak-anaknya

  • Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah, mulai dari mengandung hingga merawat bayi hingga tumbuh besar butuh pengorbanan yang tidak sedikit. Ibu kita telah merelakan masa mudanya demi kebahagiaan kita. Setelah kita makin dewasa ia akan menjadi tua, sebuah siklus waktu yang tak mungkin bisa dilawan.
    Seiring bertambahnya usia mungkin kita beranggapan bahwa ibu jadi lebih sensitif, cerewet, dia mungkin jadi lebih cepat lupa, sering berbuat kesalahan, ketinggalan zaman dan kerap "merepotkan" ketika ia sangat membutuhkan bantuan kita. Hal-hal semacam itu tanpa disadari bisa membuat kita jengkel dan menganggap ibu menjadi satu-satunya makhluk di muka bumi ini yang paling menyebalkan.
    Ah, betapa tidak sebanding dengan apa yang telah ibu korbankan demi kebahagiaan kita. Semua hal yang kadang kita keluh kesahkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa lelah ibu tatkala menyusi kita di tengah malam, mendamping kita saat sakit, menghibur kita ketika sedang sedih, maupun saat-saat di mana kita sangat membutuhkan bantuannya.
    Ibu adalah segala-galanya dalam hidup ini, tidak ada kata yang tepat untuk menggantikan posisinya di dalam hati kita.
    Ibu tetaplah ibu, dengan berbagai kelemahan serta ketidaksempurnaan yang ia miliki, ia tetap berharap yang terbaik untuk kita anak-anaknya. Berikut ini beberapa harapan dari seorang ibu, semoga sebagai anak kita bisa selalu membahagiakannya dengan segenap daya dan upaya kita.
  • Ibu berharap kita rajin beribadah dan menjaga keimanan

    Ada banyak godaan dalam kehidupan sehari-hari kita, godaan-godaan tersebut hanya bisa diatasi dengan cara rajin beribadah dan meningkatkan keimanan kita. Tentunya hancur hati seorang ibu ketika melihat buah hatinya terjerumus dalam perbuatan jahat, semua pengorbanan yang telah ia lakukan akan jadi sia-sia belaka.
    Ibu berharap kita menemukan pendamping hidup yang sepadan dan mengasihi kita dengan sepenuh hati
    Ia sadar tidak akan bisa mendampingi kita selamanya. Oleh karena itu, ibu sangat berharap suatu hari kelak kita bisa menemukan pendamping hidup yang sepadan dan mengasihi kita dengan sepenuh hatinya. Tatkala melihat kita duduk di kursi pelaminan, itulah saat bagi ibu kita merasa bangga dan bisa bernapas lega.
  • Jangan menyalahkan ibu karena ketidaksempurnaannya

    Mungkin ibu kita pernah berbuat khilaf dan membuat kehidupan kita nampak sangat mengerikan. Akan tetapi, itu semua tidak bisa memutus hubungan kita dengannya. Hanya melalui kasih, kesabaran dan keikhlasan saja kita bisa memaklumi hal ini, kemudian menerima kelemahan ibu dan tidak menjadikannya sebagai sesuatu yang patut untuk diperdebatkan.
  • Ibu sangat berharap kita memiliki kehidupan yang lebih baik darinya

    Tidak ada seorang ibu di dunia ini senang melihat kehidupan anak-anaknya terpuruk. Setiap ibu pasti sangat berharap suatu hari kelak buah hatinya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik darinya. Ia juga berharap kita tidak lupa asal-usul kita dan menjadi takabur ketika kita telah berhasil meraih apa yang kita cita-citakan.
  • Ibu berharap kita memiliki lebih banyak waktu untuknya

    Sebagai seorang anak cepat atau lambat kita pasti akan meninggalkan orangtua dan membanggun rumah tangga kita sendiri. Masa-masa ini adalah masa yang paling ditakutkan oleh setiap ibu. Untuk membuat hati ibu kita bahagia luangkan lebih banyak waktu untuknya, kita tidak perlu harus setiap saat mengunjunginya, cukup melalui telepon singkat dan menanyakan bagaimana keadaannya itu sudah cukup membuatnya bahagia.
  • Ibu berharap kita tetap membangun silahturahmi dengan sanak saudara

    Jangan pernah lupakan dari mana kita berasal, siapa saja saudara kita, dan jalinlah hubungan yang erat dengan mereka semua. Sebisa mungkin hindari konflik yang berujung dengan pertengkaran, dan hiduplah dengan damai dengan semua orang.
  • Ibu berharap kita bisa saling tolong menolong

    Setelah kepergiannya ia sangat berharap kita bisa saling tolong menolong sebagai saudara. Semoga jerih payahnya, dedikasi serta pengorbanannya tidak sia-sia ketika melihat anak-anaknya mampu hidup rukun satu sama lain dalam ikatan keluarga yang harmonis.
  • Ibu berharap bisa melihat cucu-cucunya tumbuh dengan sehat

    Terakhir tapi bukan yang akhir, seorang ibu sangat berharap bisa menimang cucunya dalam kondisi sehat. Merupakan sebuah kebahagiaan bagi seorang ibu ketika melihat seorang bayi lahir yang mana merupakan darah dagingnya sendiri dalam keluarga yang penuh dengan kebahagiaan.
    Seorang ibu tetaplah seorang ibu, ia tidak akan bisa melupakan anak-anaknya meskipun mungkin anak-anak telah melupakannya. Tugas pemanggilan dan tanggung jawabnya merupakan sebuah amanah mulia, itu tidak akan pernah bisa dibebastugaskan bahkan setelah kematian. Semoga kita semua semakin menyayangi ibu kita dengan sepenuh hati kita dan tanpa paksaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...