Langsung ke konten utama

6 hal menyenangkan bisa Anda lakukan sebagai seorang 'stay-at-home dad'

  • Istri bekerja dan Anda berada di rumah untuk mengurus si kecil bukan sesuatu yang aneh dilakukan saat ini. Akan tetapi, menjadi seorang stay at home dad, julukan untuk para ayah yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, lama-lama bisa menjadi rutinitas menjemukan jika tidak diimbangi dengan melakukan hal-hal menarik.
    Nah, berikut ini beberapa hal menyenangkan bisa coba Anda lakukan untuk mengisi waktu:
  • 1. Permanis rumah dengan membuat beragam mebel cantik

    Apakah istri Anda kerap memimpikan memiliki meja makan keluarga? Daripada membeli kenapa tidak Anda coba membuatnya sendiri. Jika Anda memiliki kemampuan di bidang pertukangan tentu bukan perkara sulit untuk membuatnya. Hanya dibutuhkan semangat dan kreativitas, maka meja makan harapan istri Anda akan segera terwujud di hadapan mata.
  • 2. Ajak anak membuat beragam mainan menarik

    Beruntunglah menjadi seorang laki-laki, sebab kita mewarisi beragam keahlian menarik yang jarang dimiliki oleh para wanita. Salah satu dari keahlian tersebut adalah membuat beragam mainan menarik seperti mobil-mobilan, senapan alkohol, kerajinan dari kertas, dan sebagainya. Nah, jangan tunda lagi, coba asah kreativitas Anda dan pikirkan mainan jenis apa yang ingin Anda bikin saat ini bersama si kecil?
  • 3. Masak untuk makan malam

    Di pagi hari tidak mungkin menyuruh istri Anda pergi ke pasar lalu memasak, sedangkan dia harus membagi waktu antara memandikan si kecil dan mempersipakan diri untuk berangkat bekerja. Nah, oleh karena waktu Anda jauh lebih fleksibel kenapa tidak Anda saja yang mengambil alih tugas tersebut? Selain berbelanja, Anda juga bisa sekalian mencoba mengasah kemampuan memasak untuk menu makan malam, cara ini tentu jauh lebih baik ketimbang meminta istri membeli makanan dari luar.
  • 4. Tetap bersosialisasi dengan warga sekitar

    Jangan pernah malu diangap sebagai suami rumahan, setidaknya Anda bukan seorang pengangguran bukan? Untuk menjelaskan status Anda kepada warga sekitar, maka Anda harus bersedia bersosialisasi dengan mereka. Dengan bersosialisasi Anda bisa melakukan banyak hal, salah satunya Anda bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat.
  • 5. Mengajak si kecil berpetualang

    Jangan buru-buru membayangkan akan mendaki gunung bersama si kecil atau berkemah di tepi danau untuk menikmati indahnya taburan bintang di langit. Mengajak si kecil berpetualang bisa Anda lakukan dengan kegiatan sederhana seperti memancing di kolam pemancingan, bersepeda mengitari kompleks perumahan, berburu buku-buku menarik di pasar loak dan sebagainya.
  • 6. Mengolah lahan kosong rumah menjadi kebun keluarga

    Jika Anda memiliki lahan kosong coba manfaatkan menjadi kebun keluarga. Anda bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk sekedar ditanami tanaman bunga atau jika ingin lebih produktif gunakan untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Jangan lupa untuk melibatkan si kecil, biarkan mereka belajar bagaimana cara berococok tanam yang baik dan mengenal berbagai macam jenis tanaman.
    Meskipun nampak menyenangkan, nyatanya menjadi seorang stay at home dad bukan perkara mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebisa mungkin sibukkan diri Anda dengan melakukan beragam kegiatan menyenangkan supaya tidak jenuh. Ajak anak-anak untuk ikut serta dan bermainlah bersama mereka, terlebih nikmati bagaimana mereka tumbuh dan berkembang, sebab inilah keuntungan terbesar menjadi seorang ayah "rumahan".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...