Langsung ke konten utama

Momen-momen paling 'WOW' ketika menjadi orangtua baru

  • Menikah dan kemudian memiliki anak menjadi harapan besar setiap orang, sebab dengan hadirnya seorang anak hidup akan terasa lebih lengkap dan memiliki arah tujuan yang jelas. Inilah yang terjadi dalam kehidupan saya, tak lama setelah menikah Tuhan benar-benar mengabulkan permohonan kami, dalam waktu dekat kami akan segera menjadi orangtua.
    Kini, seorang putra telah lahir di tengah-tengah rumah tangga kami, bayi yang sehat dan menggemaskan, kami benar-benar dibuat jatuh cinta oleh kehadirannya. Melalui artikel ini saya ingin berbagi pengalaman kepada Anda momen-momen paling membahagiakan menjadi orangtua baru. Bagi Anda para orangtua mungkin hal ini tidak terlalu menarik, tapi bagi calon orangtua baru semoga artikel ini makin membuat Anda penasaran dan lebih bersemangat menanti kehadiran buah hati Anda.
  • 1. Mengantar istri periksa sebulan sekali

    Hampir tiap awal bulan saya terpaksa meminta izin dari tempat kerja untuk mengantar istri memeriksakan kehamilannya. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan, menjadi calon ayah benar-benar harus siaga (Siap Antar Jaga).
  • 2. Menuruti keinginan istri (Ngidam)

    Untungnya selama kehamilan keinginan istri saya tidak macam-macam, tapi satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan dia ingin sekali memelihara anak ayam warna-warni. Keesokan harinya saya membeli 3 ekor anak ayam warna-warni dan hingga tulisan ini dimuat satu ekor masih bertahan hidup dan kami memberinya nama "Twitty".
  • 3. Istri muntah-muntah pada 3 bulan pertama kehamilan

    Masih teringat jelas bagaimana istri saya berjuang mengatasi rasa mual dan muntah yang terjadi pada 3 bulan pertama kehamilannya, rasanya tidak tega tapi mual dan muntah merupakan bentuk respons alami tubuh beradaptasi dengan pertumbuhan janin yang makin membesar.
  • 4. Kontraksi menjelang persalinan

    Menjelang persalinan istri saya merasakan perutnya mulas lebih sering daripada biasanya, tidak banyak yang bisa saya lakukan kecuali berusaha membuatnya senyaman mungkin. Bahkan saya harus lebih bersabar ketika menghadapi emosi istri yang tidak stabil, menahan rasa sakit benar-benar bisa membuat seseorang lepas kendali.
  • 5. Persalinan yang melelahkan

    Mendampingi istri saat berjuang melahirkan putra kami benar-benar sangat menggetarkan hati dan melihat dia seorang diri menahan rasa sakit sungguh sangat memilukan hati. Pesan saya, jangan paksakan diri menemani persalinan istri jika Anda takut melihat darah, sebab siapa yang akan membantu Anda jika tiba-tiba pingsan selama proses persalinan, hal tersebut justru akan membuat repot petugas medis yang sedang membantu persalinan istri Anda.
  • 6. Melihat kepala bayi keluar pertama kali

    Menangis gembira itu respons yang saya tunjukkan saat melihat kepala bayi mulai keluar, melihatnya datang ke dunia dengan kondisi tubuh sehat dan lengkap benar-benar sebuah keajaiban yang terjadi tepat di depan mata saya.
  • 7. Memandikan bayi pertama kali

    Tidak mudah memandikan bayi yang baru lahir, selain kondisi tubuh yang masih lemah, bayi yang baru lahir sangat rentan dengan hawa dingin. Untungnya bantuan segera datang dari orangtua kami, ibu mengajarkan kepada kami bagaimana cara yang benar memandikan bayi yang baru lahir.
  • 8. Membersihkan pakaian kotor bayi

    Bayi baru lahir bisa buang air kecil hingga puluhan kali dalam sehari, selain itu kotoran yang pekat berwarna kehitaman sangat sulit untuk dibersihkan. Ini semua merupakan tantangan yang kami berdua harus hadapi bersama, saling membagi tugas membuat pekerjaan jadi lebih mudah dan cepat diselesaikan.
  • 9. Begadang hingga dini hari

    Dua bulan pertama setelah kelahiran merupakan saat-saat paling berat bagi kami, bayi kami kerap terbangun di tengah malam bahkan terjaga hingga dini hari. Lelah, mengantuk, bahkan tak jarang emosi sedikit terpancing oleh situasi tersebut.
  • 10. Bayi mulai tertawa dan mengucapkan kata pertamanya

    Kini bayi kami telah beranjak 5 bulan, dia mulai bisa melakukan banyak hal seperti tertawa, tengkurap, dan yang paling menakjubkan ia telah mampu mengucapkan kata pertamanya "Mama".
    Inilah secuil pengalaman kami sebagai orangtua baru, semoga kisah yang kami alami mampu menginspirasi Anda. Apa pun kondisi Anda, rawatlah bayi Anda dengan penuh kasih sayang serta kesabaran. Jangan pernah sia-siakan kesempatan berharga ini, nikmati setiap peristiwa yang terjadi dalam proses pertumbuhan buah hati Anda, itu semua akan membuat Anda semakin takjub dengan kehidupan ini.
  • Sumber: https://keluarga.com/4750/momen-momen-paling-wow-ketika-menjadi-orangtua-baru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...