Langsung ke konten utama

3 persiapan wajib sebelum menjadi orangtua

  • Apakah Anda dan pasangan sudah siap memiliki momongan? Jika ya, mulailah membenahi kebiasaan-kebiasaan kurang baik dari sekarang. Adapun waktu paling tepat untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran si kecil adalah satu tahun sebelum kehamilan, tujuannya untuk memastikan supaya Anda dan pasangan betul-betul siap lahir batin menjadi ayah dan ibu.
    Lantas, hal-hal apa saja yang sekiranya perlu dipersiapkan dari sekarang?
  • Persiapan fisik

    Menjadi orangtua membutuhkan kondisi fisik yang prima, sebab Anda akan bertanggung jawab menjaga serta merawat seorang bayi hingga ia mampu mandiri. Beberapa persiapan fisik yang bisa Anda lakukan antara lain:
  • 1. Hentikan kebiasaan merokok

    Nasihat ini berlaku bagi Anda calon ayah dan ibu. Asap rokok sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat memengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan. Jangan pertaruhkan kesehatan Anda dan juga calon buah hati Anda, hentikan kebiasaan merokok sekarang juga.
  • 2. Hentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol

    Dalam blognya, dr. Didi Kusmarjadi, SpOG mengatakan "Ibu hamil dilarang mengonsumsi minuman beralkohol memang betul, sebab alkohol bersifat feto-toxic alias dapat meracuni janin. Alkohol bukan untuk dikonsumsi oleh tubuh, fungsi alkohol hanya sebagai obat luar dan dalam penerapannya wajib mendapatkan resep dari dokter."
  • 3. Hentikan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium

    Dalam jumlah cukup natrium memang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi mengonsumsi natrium dalam jumlah besar justru sangat membahayakan. Beberapa jenis makanan mengandung natrium tinggi yang sebaiknya dihindari antara lain: Makanan cepat saji, makanan ringan, penyedap rasa, sayur kalengan, kacang kalengan, sarden dan saos tomat.
  • 4. Lakukan tes kesehatan

    Sebelum memutuskan hamil cek terlebih dahulu kondisi kesehatan tubuh Anda, cek kesehatan dapat mencegah terjadinya komplikasi baik pada ibu hamil dan juga janin di dalam kandungan. Manfaat lain melakukan tes kesehatan adalah untuk memastikan calon ibu hamil tidak mengidap virus berbahaya seperti Toksoplasma, Rubela dan HIV.
  • 5. Lakukan vaksinasi

    Agar selama kehamilan ibu dan bayi sehat, saat ini ada tiga jenis vaksinasi wajib diberikan kepada calon ibu hamil, yaitu: MMR (Measles, Mumps, Rubella), Tetanus toksoid dan Hepatitis.
  • Persiapan Psikis

    Proses menjadi orangtua adalah pengalaman yang tak akan pernah Anda lupakan, Anda berdua akan mengalami berbagai macam tantangan yang butuh dihadapi bersama secara dewasa. Kesiapan mental dan psikologis merupakan modal utama Anda. Anda perlu menyadari menjadi orangtua merupakan tanggung jawab seumur hidup dan tidak akan pernah dibebastugaskan.
    Untuk calon ibu, selama kehamilan sudah siapkah Anda ketika tubuh mengalami banyak perubahan? Tantangan lain, selama kehamilan umumnya wanita lebih peka dan cenderung minder atau tidak percaya diri terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya.
    Bagi Anda para calon ayah, sudah siapkah Anda menghadapi perubahan sikap yang dialami oleh istri Anda? Pahami, selama kehamilan dukungan Anda sebagai seorang suami sangat dibutuhkannya. Anda harus menjadi pribadi yang lebih panjang sabar, emosi Anda tidak boleh mudah terprovokasi oleh hal-hal sepele yang mungkin tidak sengaja dilakukan oleh istri Anda.
  • Persiapan finansial

    Persiapan yang dimaksud adalah perencanaan keuangan yang matang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Anda berdua juga harus membahas setiap pengeluaran yang dibutuhkan guna menyambut kedatangan si kecil. Pahami, setelah buah hati lahir pengeluaran Anda berdua pasti akan membengkak dan hal ini sudah harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelum kelahiran.
  • Penutup

    Setelah buah hati Anda lahir tantangan tidak serta merta berakhir. Anda berdua harus terus bahu-membahu merawat si kecil hingga ia mampu tumbuh menjadi anak yang sehat. Anda berdua juga tidak perlu terlalu khawatir, yakinlah keterbukaan di antara Anda berdua akan mampu mengatasi setiap persoalan yang ada.
Artikel asli: https://keluarga.com/4711/3-persiapan-wajib-sebelum-menjadi-orangtua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...