Langsung ke konten utama

Bisakah saya menjadi orangtua yang hebat?

  • Sebagai orangtua kita tidak perlu berkecil hati dan merasa tidak mampu menjadi orangtua yang hebat bagi anak-anak. Kita perlu ketahui bahwa pemanggilan sebagai orangtua adalah sebuah karunia, Tuhan tahu kelemahan masing-masing dari kita, tetapi Dia percaya bahwa kita pasti mampu mengemban tugas mulia ini.
  • Bagaimana agar bisa menjadi orangtua yang hebat?

    Jujur, secara pribadi saya tidak tahu bagaimana supaya bisa menjadi orangtua yang hebat, saya juga tidak pernah berpikir bagaimana agar saya bisa menjadi orangtua yang sempurna. Hanya saja, agar kelak tidak menyesal saya harus berusaha mengupayakan hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk buah hati saya.
  • Karunia yang berbeda-beda

    Setiap dari kita diciptakan unik, kita memiliki kelebihan serta kekurangan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, arti menjadi orangtua yang hebat tentu berbeda-beda pada setiap orang. Pun, menjadi orangtua dan membesarkan anak bukanlah sebuah perkara mudah. Di samping itu, kita ketahui tidak ada sekolah formal yang mengajarkan bagaimana supaya bisa menjadi orangtua yang hebat. Menjadi orangtua yang hebat tidak bisa datang dalam sekejap mata, butuh sebuah proses lama yang kadang membutuhkan waktu sepanjang kehidupan kita.
    Menjadi orangtua juga bukanlah sebuah status, tetapi menjadi orangtua adalah sebuah pemanggilan mulia yang tidak akan pernah dibebastugaskan. Maka dari itu, segala sesuatu haruslah dipersiapkan dengan sebaik mungkin ketika seseorang akan memutuskan menikah.
  • Kalau begitu apa yang harus diupayakan untuk menuju orangtua yang hebat?

    Setiap suami dan istri perlu memahami dengan baik konsep menjadi orangtua, itu artinya orangtua harus tahu akan dibawa ke mana pola asuh yang dia terapkan kepada anak-anak. Tidak hanya itu, orangtua juga harus mempertimbangkan faktor kesehatan, kasih sayang, pendidikan, serta yang paling penting adalah kerohanian anak-anak. Keseimbangan pola asuh semacam inilah yang memungkinkan seseorang mampu menjadi orangtua yang hebat bagi anak-anak.
  • Setiap orang berpotensi menjadi orangtua yang hebat

    Ya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orangtua yang hebat. Namun, tingkat pemahaman yang berbeda-beda membuat hal ini nampak sulit untuk diwujudkan. Selain itu, faktor ekonomi dan juga pengalaman masa lalu kerap menjadi kendala bagi seseorang untuk menjadi orangtua yang hebat. Banyak ahli mengatakan bahwa bagaimana cara seseorang mengasuh adalah cerminan dari bagaimana pola asuh yang dia pernah terima dari orangtuanya, sehingga hal ini nampak seperti sebuah lingkaran rantai yang bergulir secara berkesinambungan.
  • Mulailah dari sekarang

    Lepas dari seberapa pahit pengalaman masa lalu Anda, anak-anak sekarang tidak perlu merasakan pengalaman yang sama. Jangan pernah bangkitkan amarah anak-anak untuk melawan kita sebagai orangtuanya. Mulailah dari sekarang sebelum terlambat, buatlah hati anak-anak kembali kepada kita dan bersedia mengasihi serta menghormati kita dengan tulus hati tanpa paksaan.
    Jadilah orangtua yang terbuka, hangat sehingga anak-anak selalu nyaman bila berada di dekat kita. Jadilah sahabat untuk anak-anak, biarkan anak-anak memuja kita sebagai orangtua yang penuh kasih yang mencintai mereka sepenuh hati. Anak-anak pasti akan mengingat segala hal yang pernah kita lakukan kepada mereka. Anda boleh percaya boleh tidak, ketika hal-hal ini mampu diterapkan, maka anak-anak akan melakukan hal yang sama kepada keturu
    nan mereka, inilah lingkaran kasih yang abadi tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...