Langsung ke konten utama

9 cara mendidik anak supaya menjadi sahabat yang baik

  • Sebagai manusia kita tidak mampu hidup seorang diri, kita membutuhkan keberadaan orang lain agar kehidupan di bumi jadi lebih bermakna. Namun, dalam berinteraksi dengan orang lain kadang muncul perselisihan, tak jarang perselisihan yang terjadi justru memicu terjadinya pertengkaran hebat yang membuat persoalan makin sulit untuk diselesaikan.
    Pada dasarnya, setiap orang terlahir dengan jiwa yang suka akan kedamaian, melalui berbagai pengalaman hiduplah yang akhirnya membentuk watak dan karakter seseorang. Untuk mewujudkan hal ini, maka Anda harus mendidik putra dan putri Anda supaya mampu bersahabat dengan semua orang. Bagaimana caranya?
  • Ajarkan anak untuk menganggap semua orang sama

    Dalam berinteraksi dengan sesama anak-anak perlu meninggalkan atribut yang melekat di dirinya entah itu status sosial, kasta, golongan dan sebagainya. Anak-anak perlu melihat persahabatan sebagai sesuatu yang universal, tidak dibatasi oleh tradisi ataupun peraturan-peraturan mengikat.
  • Latih anak untuk berempati

    Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengenali perasaan dan menilai segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kemampuan ini jarang dimiliki oleh seseorang, sehingga jika buah hati Anda mampu menunjukkan empati kepada orang lain, maka ia akan menjadi sosok yang sangat dicintai oleh banyak orang.
  • Didik anak agar menjadi orang yang bisa dipercaya

    Ajarkan kepada buah hati Anda agar menjadi orang yang konsekuen dengan janji-janji yang dia ucapkan. Anda bisa memulai memupuk hal ini melalui teladan Anda, contoh: Libatkan buah hati Anda dengan kegiatan-kegiatan yang akan Anda hadiri, beri tahu dirinya bahwa Anda harus datang tepat waktu dan tidak boleh terlambat, atau ketika Anda meminjam sesuatu dari orang lain beri tahu buah hati Anda bahwa Anda akan segera mengembalikannya.
  • Didik anak agar menjadi rendah hati dan tidak mementingkan dirinya sendiri

    Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam persahabatan kadang muncul perselisihan yang dapat memicu terjadinya pertengkaran. Oleh karena itu, hal ini bisa dihindari asalkan buah hati Anda mampu tampil rendah hati dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Juga, mintalah kepada dirinya agar tidak menuruti amarah, tetapi ajarkan arti penting kesabaran yang dapat mendatangkan sukacita.
  • Didik anak agar menjadi pemaaf

    Anak-anak perlu mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini, sehingga setiap kesalahan yang terjadi patut untuk dimaafkan. Ketika Anda mampu mendidik anak menjadi pribadi pemaaf, maka buah hati Anda pasti akan memiliki banyak sahabat.
  • Kejujuran

    Dalam persahabatan kejujuran adalah modal penting, melalui kejujuran akan menjadikan buah hati Anda pribadi yang terbuka dan bisa dipercaya oleh sahabat-sahabatnya.
  • Jangan suka memanfaatkan orang lain

    Ada pepatah yang mengatakan adalah lebih baik tangan di atas dari pada tangan di bawah. Maksudnya, seseorang diharapkan mampu menjadi bermanfaat bagi orang lain dan bukan malah sebaliknya. Untuk itu, beri pengertian kepada buah hati Anda supaya mampu tampil mandiri, tetapi tetap murah hati kepada setiap orang.
  • Didik anak agar menjadi sahabat yang setia

    Beri pengertian kepada buah hati Anda bahwa sahabat yang setia sangat memahami betapa pentingnya pertemanan yang awet dan stabil. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan tersebut demi meluangkan waktu bersama pacar atau orang yang baru ia kenal.
  • Saling menghargai keyakinan masing-masing

    Perbedaan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari sering menjadi perdebatan antara umat beragama. Namun, hal ini bukalah alasan bagi setiap orang untuk saling membenci satu sama lain. Agar bisa menjadi sahabat yang baik, maka Anda perlu mengajarkan kepada buah hati Anda untuk menghargai perbedaan keyakinan yang ada, serta lebih mengutamakan kasih di antara sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Agar Anak Tidak Terlalu Dekat dengan Pengasuhnya

Sebagai orang tua yang kedua-duanya bekerja, peran pembantu rumah tangga atau babysitter sangatlah diperlukan, karena dengan adanya bantuan dari mereka segala urusan dalam rumah tangga dapat terasa lebih ringan. Namun sesungguhnya orang tua tidak boleh terlena akan hal ini, ada hal yang sebenarnya tidak boleh tergantikan oleh orang lain yaitu pengasuhan pada buah hati Anda. Orang tua boleh saja menyerahkan tugas pengasuhan anaknya kepada orang lain, namun usahakan agar tugas utama pengasuhan kepada anak tersebut tetap Anda miliki, jangan biarkan anak Anda nantinya justru lebih nyaman berada dekat dengan pengasuhnya daripada kepada Anda sendiri sebagai orang tuanya. Lalu apa yang harus Anda lakukan, simaklah tips dengan harapan dapat membantu Anda agar bisa lebih bersemangat meluangkan waktu Anda untuk buah hati Anda. 1. Mempekerjakan pengasuh sementara Anda dan pasangan dapat mempekerjakan seseorang yang dapat Anda percayai untuk menjaga buah hati Anda hanya selama Anda berdua...

8 alasan mengapa seseorang menunda untuk memiliki momongan

Anak adalah pusaka keluarga, seorang anak dalam sebuah keluarga dapat merupakan berkat bagi keluarga tersebut. Namun, ketika ada banyak orang berusaha ingin segera memiliki momongan, beberapa justru menunda dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Sebut saja Robi, sahabat saya sejak masih duduk di bangku SMA. Robi dan istri saat ini telah menikah sekitar 3 tahun, tetapi semenjak menikah - hingga sekarang - mereka berusaha menunda memiliki momongan. Tidak sedikit keluarga dan sahabat berusaha mengklarifikasi keputusan mereka tersebut dan lagi-lagi jawaban yang mereka utarakan tetaplah sama, "Nanti!". Di sekitar kita ada banyak orang memiliki pola pikir yang sama dengan sahabat saya Robi, bahwa memiliki anak terkadang bukan menjadi prioritas utama mereka setelah menikah. Namun, apa benar bahwa kesibukan menjadi alasan utama seseorang menunda segera memiliki momongan, atau ada alasan-alasan lain yang lebih mendasari? Dari beberapa sumber saya menemukan alasan...

Hindari KDRT dengan menjauhi calon pasangan dengan ciri-ciri berikut

Menikah adalah sebuah langkah awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Namun, ada satu hal yang kerap menghantui seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bukan ekonomi, bukan pula kesehatan, tetapi bagaimana mengetahui karakter calon pasangan yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah mengukur dalamnya lautan, ketimbang mengetahui isi hati seseorang. Berbicara mengenai KDRT, ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KNAKTP), Azriana, seperti di lansir oleh CNN Indonesia mengatakan, "Dalam catatan tahunan komnas Perempuan, terungkap angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2015 jumlahnya meningkat 9 persen dari tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan diduga lebih tinggi. Jumlah kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus yang sebagian besar bersumber dari data atau perkara yang pernah ditangani oleh Pengadilan Agama." Pada kesempatan yang lain, dr. Robert Hale d...